Mengapa kita diciptakan ???

Tujuan Diciptakan Manusia

Manusia dengan segala nikmat yang diberikan Allah memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan makhluk yang lain. Tentu hal ini menunjukkan bahwa mereka diciptakan untuk satu tujuan yang mulia, agung, dan besar.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini.

Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman (artinya) :
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz Dzariyaat : 56)

Asy-Syaikh Abdurrahman As- Sa’di dalam tafsirnya mengatakan : “Inilah tujuan Allah menciptakan jin dan manusia, dan Allah mengutus seluruh para rasul untuk menyeru menuju tujuan ini yaitu ibadah yang mencakup di dalamnya pengetahuan tentang Allah dan mencintai-Nya, bertaubat kepada-Nya, menghadap dengan segala yang dimilikinya kepada-Nya dan berpaling dari selain-Nya.”

Kekayaan??

Rasulullah SAW Takut Terhadap Kekayaan Dunia yang Melimpah Rasulullah SAW Takut Terhadap Kekayaan Dunia yang Melimpah

Imam Bukhori dan Imam Muslim mengeluarkan dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a di dalam sebuah hadits, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di atas mimbar dan kami pun duduk di sekitar beliau, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya yang paling kutakutkan atas kalian ialah jika Allah membukakan kesenangan dan perhiasan dunia kepada kalian.”

Asy-Syaikhani juga mengeluarkan sebuah hadits dari Amr bin Auf Al-Anshay RA, yang di dalamnya dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “TerimaIah kabar gembira dan satu harapan bagi kalian Demi Allah, bukan kemiskinn yang aku takutkan terhadap kalian, tetapi aku justru takut jika dunia dihamparkan kepada kalian, sebagaimana yang pernah dihamparkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu mereka saling berlomba untuk mendapatkannya, sehingga kalian menjadi binasa seperti yang mereka alami.”

Ya’qub bin Sufyan mengeluarkan dari Ibnu Abbas RA, bahwa Allah mengutus seorang malaikat kepada Rasulullah SAW, yang disertai Jibril AS. Malaikat itu berkata, “Sesungguhnya Allah menyuruh engkau untuk memilih, apakah engkau menjadi hamba dan nabi, ataukah menjadi raja dan sekaligus nabi.” Beliau menoleh ke arah Jibril layaknya orang yang meminta saran. Maka Jibril memberi isyarat, agar beliau merunduk dan patuh. Maka beliau menjawab, “Aku pilih menjadi hamba dan nabi.” Setelah kejadian ini beliau tidak pernah makan sambil telentang, hingga beliau wafat.
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Untuk Semuanya :) |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.